Sourcing

Mulai Impor dari China untuk Usaha Kecil

Sourcing · 7 menit baca

← Kembali ke Insights

Impor dari China sering dianggap hanya untuk bisnis besar. Yang membedakan sebenarnya bukan ukuran modal, tapi seberapa terstruktur prosesnya.

Langkah 1 — Rumuskan kebutuhan, bukan keinginan

“Saya ingin tas kanvas” belum bisa dieksekusi supplier. “Tas kanvas 12 oz, ukuran 38×42×12 cm, sablon satu warna, 500 pcs, target harga modal X” bisa. Jarak antara keduanya adalah pekerjaan breakdown — dan di situlah sebagian besar kesalahan mahal bisa dicegah.

Langkah 2 — Hitung landed cost, bukan harga barang

Biaya sebenarnya bukan harga di layar, tapi landed cost: harga barang + ongkos kirim + bea masuk & pajak + fee jasa + biaya penanganan lokal. Margin ditentukan di angka ini, bukan di angka pertama yang Anda lihat.

Langkah 3 — Mulai dalam skala yang bisa diserap

Tidak harus satu kontainer penuh. Banyak vendor melayani order kecil dalam ketentuan MOQ masing-masing, dan pengiriman gabungan (LCL) menekan biaya awal. Skala kecil yang berjalan benar lebih berguna daripada skala besar yang berisiko.

Langkah 4 — Jangan tanggung prosesnya sendiri

Pada putaran pertama, satu partner yang mengelola prosesnya jauh mengurangi risiko. Arkana bisa masuk dari titik mana pun — breakdown kebutuhan, validasi supplier, pengawasan produksi, sampai koordinasi pengiriman — sesuai tahap bisnis Anda.

Bahas kebutuhan Anda?

Ceritakan produknya — kami rumuskan kebutuhan dan langkah berikutnya.

Sisanya, kami kelola bersama.

Ceritakan produk yang ingin Anda wujudkan. Kami rumuskan kebutuhannya, validasi suppliernya, dan kelola prosesnya sampai barang diterima.